Mungkin yang Kau Benci Justru Sebaliknya

Kerap kudengar jeritan emosi dari jalanan penuh sesak
Pintu kabut yang kau buka penuh harap, pada akhirnya dibelenggu oleh keraguan dan kegelisahan
Kata bijak tak sanggup melepas tali yang mengikat mati
Dan lagi-lagi kau lontarkan pertanyaan itu. “Mengapa semua tak sesuai kehendak?!.”
Kutepuk pundakmu yang kaku dan berbisik tepat ditelinganmu pelan, “mungkin yang kau benci adalah yang terbaik dari pilihan Sang Pemilih yang Tak Pernah Tidur.”

-sanakaksara-

Advertisements

Terus Menunggu

Pikirku buntu
Khayalku putus
Gairahku bokoh
Aku ringkuh
Aku jenuh
Biarkan saja begitu
Dihantui indahmu
Merasuki malamku
Memekik siangku
Terus menunggu
Sampai waktu tak bertanya lagi
Tentang tresnaku padamu.

-sanakaksara-

Bisakah?!

Yang lalu menyisakan penggalan bayang bayang..
Air mata tak cukup bercerita..
Siklus meroda berebut bergantian..
Potongan yang menjadi documentary pengelanaan diantara jalan bebatuan..
Disana ada cerita tawa yang dipaksa pergi oleh waktu..
Bila memang harus nahkoda memutar kendalinya?!
Bisakah jumpa tanpa perpisahan!

Kota Kenangan

Kota kenangan
Bukan tentang asmara dan cinta
Bukan pula soal gurau juga tawa
Tempat cerita tercipta namun serasa hampa
Tiada nuansa istimewa dalam renung dalam kata-kata

Kota kenangan
Ijinkanku menangis dalam relungku
Ijinkanku berteriak sekencang-kencangnya
Dalam resah dalam kehampaanku
Mencari makna penyesalan
Mencari arti sebuah tujuan

Yogyakarta, 29 juli 2018