Masih Hangat

Pagi menyapa dipojok warung kopi
Matahari tersenyum pada pagi
Dan burung-burung berlagu, lagunya merdu
Menjadi hangat menjadi riang
Seperti kopi ini, masih hangat masih setia
Menanti yang datang dari senyuman manis itu
Semanis sruputan yang syahdu.

Advertisements

Kabar Malam

Kabar malam..
Kabar yang ditunggu seketika sunyi sekali bisu
Kabar tentang rindu yang koyak bersama semua keindahan tentangmu
Adalah kabar yang kau pecahkan menjadi serpihan kaca yang kuinjak
Adalah kabar yang kau titipkan luka yang dalam dari jari-jari cantikmu
Adalah kabar sunyi bisu yang tertahan diujung kerongkonganku
Dan puisi rindu tentangmu tinggalah seuntai kata tanpa makna
Dan mawar itu, hanyalah bait-bait bodoh yang kutulis dari tinta-tinta malam
Dan aku! Hanya sebuah keberadaan dari malam-malam yang kelam.

-sanakaksara-

Mungkin yang Kau Benci Justru Sebaliknya

Kerap kudengar jeritan emosi dari jalanan penuh sesak
Pintu kabut yang kau buka penuh harap, pada akhirnya dibelenggu oleh keraguan dan kegelisahan
Kata bijak tak sanggup melepas tali yang mengikat mati
Dan lagi-lagi kau lontarkan pertanyaan itu. “Mengapa semua tak sesuai kehendak?!.”
Kutepuk pundakmu yang kaku dan berbisik tepat ditelinganmu pelan, “mungkin yang kau benci adalah yang terbaik dari pilihan Sang Pemilih yang Tak Pernah Tidur.”

-sanakaksara-